Kalaunya keadaan pasca pilpes 17 april 2019,membuat sejumlah masyarakat kebingungan.Pasalnya kedua pihak baik pihak 01 yang diusung oleh pak jokowi dan amin meng-klaim bahwa kubunya telah menang menurut quick count yang dilakukan beberapa lembaga survey.

Sementara di kubu 02 ada pak prabowo dan sandiaga uno yang mengklaim telah menang dan kemenangan tersebut telah dipastikan,karena mereka mengklaim bahwa mempunyai tim lembaga surveynya sendiri dalam menghitung suara dan telah mendeklarasikan beberapa kali kemenangan,namun begitu hal ini tentu saja sangat bertentangan dengan hasil Quick Count yang dilakukan beberapa lembaga survey.

Edukasi bagi kamu yang sering mendapatkan serangan fajar silahkan baca Mendapatkan Uang Dari Serangan Fajar Apa yang harus dilakukan ?.

Benarkah Ada Bentuk Kecurangan Yang Terjadi ?

Saya tidak ingin menggiring opini publik tentang adanya kecurangan di sejumlah tempat di indonesia,tetapi ada juga video yang menayangkan bahwa kesalahan banyak terjadi pada website resmi KPU.Sebelum kamu menyebarkan tentang banyaknya kecurangan,alangkah baiknya mengecek terlebih dahulu sumber dan kebenaran suatu info ataupun video agar terhindari dari info palsu alias Hoax.

Video dan info kecurangan banyak tersebar di media sosial,kususnya media sosial facebook,mulai dari kecurangan dalam bentuk gambar,hingga dalam bentuk video.Sayangnya info yang diberikan kurang lengkap sehingga ada beberapa yang menganggap info yang disebarkan tersebut hoax dan kurang bisa dipertangung jawabkan keaslianya.

Lalu Siapa Yang Sebenarnya Menang ? Jokowi Atau Prabowo ?

Seharunya kita tidak usah mendahulukan penyelenggara yang bertanggung jawab untuk kelancaran pilpres,dalam hal ini yang menjadi patokannya masih dipegang oleh KPU.Oleh karena itu kita haruslah memiliki rasa dewasa dalam berdemokrasi dan menunggu hasil resmi dari KPU.Ada baiknya tidak saling klaim pemenang sebelum hasilnya benar-benar keluar.

Karena kedua kubu saling klaim dan berpatokan hanya dari lembaga survey cepat tentu ini belum tentu semua infonya benar,dan belum tentu juga akurat.Pasalnya KPU saja yang menghitung manual memerlukan waktu hingga 35 hari hingga semuanya benar-benar dihitung dengan benar dan jelas.

Gimana bisa kita berpatokan pada lembaga survey quick count yang hasilnya belum tentu akurat 100%.Oleh karena itu lebih baik kita bersabar menunggu hasil yang valid dan jelas dari pihak KPU.Jadi lebih baik kita mengerjakan hal yang berguna sembaring menantikan hasil yang resmi dari KPU.

Stop menyebarkan berita hoax tentang adanya kecurangan ataupun video hoax lainnya dan jangan membantu para pembuat hoax menyebarkan info yang kurang valid dan tidak bisa dipertangungjawabkan keaslianya.Tapi namun begitu sayangnya masyarakat di indonesia memang sepertinya kurang tentang edukasi hoax,sehingga dengan gampangnya menyebarkan info yang belum tentu benar keaslianya.

(choh)