Pemuda Madiun yang Trauma Jadi Tersangka Terkait Bjorka, Ternyata Bukan Bjorka

Pemuda Madiun yang terkait dengan peretas Bjorka, Muhammad Agung Hidayatullah (MAH) mengaku trauma saat ditangkap polisi beberapa hari lalu.

Pada 14 September 2022, MAH ngeri mengetahui bahwa beberapa petugas polisi telah membawanya ke Mabes Polri di Jakarta.

Bacaan Lainnya

“Trauma pas dibawa ke Jakarta, enggak bisa pulang ini gimana, pikiran sudah ke mana-mana,” kata MAH di rumahnya, Madiun, Jawa Timur, Sabtu (17/9).

MAH mengaku merasa lega sekaligus takut ketika akhirnya kembali ke rumah pada 16 September 2022 setelah tidak pulang selama dua hari.

Dia mengaku masih diawasi masyarakat meski sudah dipulangkan. Pemegang izin edar juga harus melapor dua kali seminggu setelah kepulangannya oleh polisi.

“Saya minta libur, cuma agak lama,” tutur dia.

MAH adalah pemuda asal Madiun yang diketahui “membantu” para peretas Bjorka. Dia adalah orang yang membuat saluran Bjorkanisme di Telegram.

MAH menggunakan saluran ini untuk mengunggah ulang kiriman asli dari grup Telegram pribadi Bjorka melalui ponsel.

Saluran itu sendiri kemudian dibeli oleh Bjorka dari MAH seharga $100.

Selama proses transaksi, MAH mengaku berkomunikasi dengan Bjorka melalui pesan langsung menggunakan terjemahan bahasa Inggris dari aplikasi terjemahan.

“Bisa [Bahasa Inggris] pakai translate, tinggal ketik aja, terjemahan Inggris-nya tinggal kirim,” kata dia.

Saat ditangkap, ponselnya disita oleh pihak berwenang sebagai barang bukti. Dia mengadu lagi dan akhirnya polisi memberinya ponsel baru.

“Gimana pak, saya kan nggak kaya, semua sudah disita itu barang-barang saya. ‘Iya nanti kita urus, kamu kan tanggungan negara’. Akhirnya dikasih HP ini, ini dari polisi, baik pak polisi, di sana juga nggak diapa-apain,” pungkas dia.

Pos terkait