Nonton Film Korea Hope 2013 Sub Indo Gratis Dimana? Cek Linknya Disini!

Apakah Anda suka menonton film drama yang menguras air mata? Jika ya, maka Anda harus nonton film Hope 2013. Film ini bercerita tentang kisah nyata seorang gadis kecil yang menjadi korban pemerkosaan dan kekerasan oleh seorang pria asing. Film ini juga menunjukkan bagaimana keluarga dan masyarakat berusaha membantu gadis itu pulih dari trauma dan luka yang dideritanya.

Film Hope 2013 adalah film Korea Selatan yang disutradarai oleh Lee Joon-ik, yang dikenal sebagai sutradara film-film terkenal seperti The King and the Clown, Sunny, dan Dongju: The Portrait of a Poet. Film ini dibintangi oleh aktor dan aktris ternama seperti Sol Kyung-gu, Uhm Ji-won, dan Lee Re. Film ini memenangkan penghargaan Film Terbaik dan sembilan kategori lainnya dalam 34th Blue Dragon Film Awards.

Bacaan Lainnya

Film ini diangkat dari kasus nyata yang terjadi pada tahun 2008, yang dikenal sebagai kasus Cho Doo-soon. Dalam kasus ini, seorang gadis berusia delapan tahun (yang disebut dengan nama samaran “Na-young”) diperkosa dan dipukuli oleh seorang pria berusia 57 tahun yang mabuk di sebuah toilet umum. Pria itu hanya dihukum 12 tahun penjara, yang menimbulkan kemarahan publik karena kekejaman kejahatannya dan riwayat kekerasan fisik dan seksualnya3.

Film Hope 2013 tidak hanya menggambarkan penderitaan korban dan keluarganya, tetapi juga harapan dan kekuatan mereka untuk bangkit dari keterpurukan. Film ini juga mengkritik sistem hukum dan media yang tidak adil dan tidak peka terhadap korban kekerasan seksual. Film ini sangat menyentuh hati penonton dan membuat mereka merasakan empati dan simpati terhadap para tokohnya.

Para Pemain dan Pemeran

Nama AsliNama Karakter
Sol Kyung-guDong-hoon, ayah So-won
Uhm Ji-wonMi-hee, ibu So-won
Lee ReSo-won, korban pemerkosaan
Kim Hae-sookibu Dong-hoon
Kim Sang-hoGwang-sik, teman Dong-hoon
Ra Mi-ranJung-sook, psikiater So-won
Yang Jin-sungguru So-won
Kwon Tae-wonCho Doo-soon, pelaku pemerkosaan

Sinopsis

So-won adalah seorang gadis berusia delapan tahun yang hidup bahagia bersama orang tuanya, Dong-hoon dan Mi-hee, di sebuah kota kecil di Korea Selatan. Suatu hari, ketika ia sedang berjalan ke sekolah, ia diculik, diperkosa, dan dipukuli oleh seorang pria asing di sebuah toilet umum. Ia ditinggalkan dalam keadaan sekarat dan berhasil memanggil ambulans.

Polisi memberitahu Dong-hoon dan Mi-hee tentang serangan itu dan mereka bergegas ke rumah sakit. Ketika mereka tiba di sana, mereka terkejut melihat luka-luka parah yang dialami So-won. So-won mengalami cedera internal yang banyak dan harus menjalani operasi besar-besaran. Dong-hoon diberitahu oleh seorang dokter bahwa So-won harus menggunakan kantong kolostomi seumur hidupnya. Selain itu, setelah So-won sadar, ia dapat mengidentifikasi pelakunya dengan bantuan Jung-sook, seorang psikiater. Pelaku So-won ditangkap di rumahnya, dan kasus ini menjadi sensasi media yang sangat mengganggu keluarga dan teman-temannya. Ketika para wartawan berkerumun di rumah sakit, Dong-hoon membawa So-won ke ruangan lain dan menyembunyikannya dari perhatian media.

So-won menunjukkan gejala gangguan stres pasca-trauma dan sempat salah mengira ayahnya sebagai pelakunya, berteriak padanya saat ia mencoba memperbaiki kantong kolostominya. Dong-hoon sangat sedih dengan kejadian ini, dan semakin sakit hati ketika So-won menolak untuk melihat atau berbicara dengannya. Mi-hee pingsan dan dirawat di rumah sakit juga sambil mencoba mengendalikan situasi; kemudian diketahui bahwa ia hamil. Mi-hee awalnya menolak bantuan psikologis untuk putrinya karena ia ingin So-won kembali menjalani kehidupan normalnya. Namun, ia akhirnya menyerah setelah memahami kondisi mental putrinya dan meminta bantuan Jung-sook. Dong-hoon kesulitan membayar biaya pengobatan dan menelepon teman dan manajernya, Gwang-sik, dengan maksud mengundurkan diri dari pekerjaannya untuk membantu merawat keluarganya. Gwang-sik mengetahui situasi Dong-hoon dan meyakinkannya untuk tetap bekerja, juga memberinya uang untuk membayar biaya pengobatan So-won.

Dengan dukungan dari keluarga, teman, guru, dan masyarakat, So-won mulai pulih secara fisik dan mental. Ia juga berteman dengan anjing peliharaan baru yang diberikan oleh Gwang-sik. Ia mulai tersenyum lagi dan bermain dengan orang tuanya. Ia juga kembali ke sekolah dan disambut hangat oleh teman-temannya. Keluarga itu juga mendapat kabar baik bahwa Mi-hee melahirkan seorang bayi laki-laki yang sehat. Mereka merayakan kelahiran bayi itu dengan pesta kecil di rumah sakit.

Sementara itu, kasus pemerkosaan So-won masih berlanjut di pengadilan. Pelaku, Cho Doo-soon, mengaku bersalah dan meminta maaf kepada keluarga So-won. Namun, ia hanya dihukum 12 tahun penjara, yang dianggap terlalu ringan oleh banyak orang karena kekejaman kejahatannya dan riwayat kekerasan fisik dan seksualnya. Dong-hoon tidak puas dengan putusan itu dan mencoba menyerang Cho Doo-soon saat ia dibawa keluar dari ruang sidang. Ia dicegah oleh polisi dan dibawa pulang oleh Gwang-sik.

Di rumah sakit, Dong-hoon mendapat surat dari So-won yang ditulis dengan susah payah. Dalam surat itu, So-won mengatakan bahwa ia mencintai ayahnya dan tidak menyalahkannya atas apa yang terjadi padanya. Ia juga mengatakan bahwa ia ingin ayahnya bahagia dan tidak marah lagi. Dong-hoon terharu membaca surat itu dan menangis di pelukan Mi-hee.

Film ini berakhir dengan adegan keluarga itu bersama-sama di sebuah taman bermain, menikmati waktu mereka bersama dengan penuh cinta dan harapan.

Pos terkait