Lembaga Luar Angkasa Amerika Serikat (NASA) mempercepat rencana untuk kembali mengirim misi pendaratan manusia di Bulan.Jim Bridenstine, administrator NASA, mengatakan bahwa NASA mempercepat rencana yang didukung oleh Presiden Donald Trump untuk kembali ke bulan, melalui kerja sama dengan berbagai perusahaan swasta.”Sangat penting bagi kita untuk kembali ke Bulan secepat mungkin,” kata BridenstinePada November 2018 lalu, NASA sudah lebih dulu mengumumkan nama sembilan perusahaan swasta yang akan dikontrak untuk pengiriman kargo dan mengembangkan teknologi dan wahana antariksa untuk misi pendaratan ini.Misi Nasa Selanjutnya , Adalah Membawa Manusia Mendarat ke bulan , Dan Akan Menetap Disana.

Kesembilan perusahaan tersebut yakni Lockheed Martin, Draper, Astrobotic Technology, Deep Space Systems, Firefly Aerospace, Intuitive Machines, Masten Space Systems, Moon Express dan Orbit Beyond.Bridenstine menambahkan, NASA akan kembali mendaratkan astronotnya di Bulan paling cepat pada awal tahun 2028.”Tetapi bagi beberapa orang, mengatakan bahwa kembali ke Bulan menyiratkan kita akan melakukan hal yang sama seperti 50 tahun lalu. Saya ingin menjelaskan, itu bukan visi kami. Kami akan pergi ke bulan dengan teknologi dan sistem baru yang inovatif untuk menjelajahi lebih banyak lokasi di permukaan daripada yang pernah kita bayangkan ” Bridenstine menegaskan.

Misi Nasa Selanjutnya , Adalah Membawa Manusia Mendarat ke bulan , Dan Akan Menetap Disana
Misi Nasa Selanjutnya , Adalah Membawa Manusia Mendarat ke bulan , Dan Akan Menetap Disana

Perkembangan teknologi dan industri yang sekarang telah sangat maju sejak misi Apollo puluhan tahun silam membuat NASA yang sekarang di bawah pemerintahan Donald Trump menekankan visi besar untuk misi ini.NASA mengatakan akan melakukan hal yang sama sekali berbeda dengan lembaga antariksa dari negara-negara lain di dunia. NASA berencana membuat misi ke Bulan menjadi misi yang berkelanjutan sehingga nantinya manusia dapat dengan mudah bolak-balik secara teratur dari Bumi ke Bulan.Rencana ini berpusat pada pembangunan sebuah stasiun luar angkasa kecil yang dinamakan Gateway yang akan mengorbit di sekitar Bulan pada tahun 2026.

Nantinya, Gateway akan berfungsi sebagai tempat transit sebelum dan sesudah para astronot mendarat di Bulan maupun kembali ke Bumi.Dengan adanya Gateway ini, NASA mengatakan astronot tidak hanya sekadar dikirim ke bulan saja melainkan akan menetap di sana dalam jangka waktu cukup lama.”Kami tidak akan meninggalkan bendera dan jejak kaki dan kemudian pulang ke rumah untuk tidak kembali selama 50 tahun lagi. Kali ini kami berencana untuk menetap di Bulan,” ungkap BridenstineGateway akan menyediakan berbagai kebutuhan bagi astronot seperti laboratorium, area penelitian, tempat tinggal dan beberapa docking port untuk wahana pendaratan astronot di permukaan Bulan (Lunar Lander). Gateway bisa digunakan untuk berbagai misi, termasuk yang melibatkan robot dan manusia.

Sebelum manusia menginjakkan kaki di permukaan bulan lagi, NASA akan mendaratkan wahana antariksa tak berawak di Bulan pada tahun 2024 sebagai persiapan pendaratan astronot nanti, dan sudah mengundang tawaran dari sektor swasta untuk membangun wahana.”Miliaran orang di seluruh dunia akan menyaksikan sejarah dibuat ketika para astronot menjelajahi lebih banyak permukaan untuk periode waktu yang lebih lama dibanding sebelumnya, dan membantu kami mempersiapkan misi ke Mars dan destinasi lain,” tutup Bridenstine.

Baca Juga Artikel lainnya :

Cara Jualan Online Tanpa Modal Untuk Pemula Paling Lengkap

Cara Mendapatkan Uang Dari Fanspage Facebook

Fakta : Daun Buatan, Ternyata Mampu Menyerap carbon dioksida 10x Lebih efisien !