Menang Tanpo Ngasorake: Filosofi Jawa yang Mengajarkan Kita untuk Menjadi Pemenang Sejati

Menang tanpa mengalahkan. Itulah arti dari ungkapan Jawa “menang tanpo ngasorake” yang sering digunakan sebagai salah satu falsafah hidup orang Jawa. Ungkapan ini mengandung makna yang sangat dalam dan bijak tentang bagaimana kita harus bersikap dalam menghadapi berbagai tantangan dan persaingan dalam kehidupan.

Menang tanpo ngasorake bukan berarti kita harus pasif atau takut untuk berkompetisi. Justru sebaliknya, ungkapan ini mengajarkan kita untuk menjadi orang yang berani, tangguh, dan bertanggung jawab dalam mengejar cita-cita dan tujuan kita. Namun, kita juga harus menjaga etika dan moral dalam berkompetisi, sehingga kita tidak merugikan atau merendahkan orang lain demi kepentingan kita sendiri.

Bacaan Lainnya

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang apa itu menang tanpo ngasorake, apa saja manfaatnya bagi kehidupan kita, dan bagaimana cara menerapkannya dalam berbagai situasi. Mari kita simak bersama!

Apa itu Menang Tanpo Ngasorake?

Menang tanpo ngasorake adalah konsep Jawa yang sering digunakan di dalam terminologi orang Jawa tentang bagaimana memenangkan sebuah pertempuran, akan tetapi tanpa melalui pertarungan yang berdarah-darah. Menang tidak selalu berkonotasi melalui pertempuran, akan tetapi bisa juga menang melalui proses diplomasi atau perdebatan dan sebagainya.

Menurut Prof. Dr. Nur Syam, M.Si, menang tanpo ngasorake memiliki tiga dimensi makna, yaitu:

  • Menang secara lahiriah, yaitu menang dalam hal materi, jabatan, kekuasaan, atau pengaruh.
  • Menang secara batiniah, yaitu menang dalam hal hati nurani, keimanan, ketaqwaan, atau kedamaian jiwa.
  • Menang secara sosial, yaitu menang dalam hal hubungan dengan sesama manusia, alam, dan Tuhan.

Untuk mencapai ketiga dimensi makna tersebut, kita harus memiliki sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam ungkapan menang tanpo ngasorake. Beberapa nilai-nilai tersebut antara lain adalah:

  • Ngluruk tanpa bala, yaitu berani menghadapi masalah atau tantangan tanpa bergantung pada orang lain atau bantuan luar.
  • Digdaya tanpa aji, yaitu memiliki kekuatan atau kewibawaan tanpa bergantung pada ilmu gaib atau benda pusaka.
  • Sugih tanpa bandha, yaitu merasa kaya atau cukup tanpa bergantung pada harta benda atau uang.
  • Ngasorake tanpa menang, yaitu tidak merendahkan atau menyakiti orang lain meskipun kita merasa lebih unggul atau lebih benar.

Arti gampangnya Menang tanpo ngasorake adalah Menang tanpa merendahkan. Kita bisa menjadi pemenang tanpa merendahkan orang lain atau menginjak orang lain.

Apa Manfaat Menang Tanpo Ngasorake bagi Kehidupan Kita?

Menjadi orang yang menerapkan konsep menang tanpo ngasorake tentunya akan memberikan banyak manfaat bagi kehidupan kita. Beberapa manfaat tersebut antara lain adalah:

  • Kita akan menjadi orang yang lebih percaya diri dan mandiri dalam mengambil keputusan dan bertindak sesuai dengan tujuan kita.
  • Kita akan menjadi orang yang lebih bijak dan adil dalam berkompetisi atau bersaing dengan orang lain, sehingga kita tidak akan mudah terjebak dalam konflik atau permusuhan.
  • Kita akan menjadi orang yang lebih bersyukur dan bahagia dengan apa yang kita miliki dan capai, sehingga kita tidak akan mudah iri atau dengki dengan orang lain.
  • Kita akan menjadi orang yang lebih harmonis dan damai dengan diri sendiri, sesama manusia, alam, dan Tuhan, sehingga kita tidak akan mudah stres atau gelisah.

Bagaimana Cara Menerapkan Menang Tanpo Ngasorake dalam Berbagai Situasi?

Untuk menerapkan konsep menang tanpo ngasorake dalam berbagai situasi, kita perlu melakukan beberapa hal berikut:

  • Menetapkan tujuan yang jelas dan realistis bagi diri kita sendiri, serta membuat rencana dan strategi untuk mencapainya.
  • Mengembangkan kemampuan dan potensi diri kita sendiri secara optimal, serta belajar dari pengalaman dan kesalahan kita sendiri.
  • Menghormati dan menghargai orang lain yang memiliki tujuan atau pandangan yang berbeda dengan kita, serta bersikap terbuka dan kooperatif dalam berdialog atau bernegosiasi dengan mereka.
  • Mengakui dan menghargai prestasi atau kontribusi orang lain yang berhasil mencapai tujuan mereka, serta memberikan dukungan atau apresiasi kepada mereka.
  • Menjaga sikap rendah hati dan tidak sombong ketika kita berhasil mencapai tujuan kita, serta tidak lupa untuk bersyukur kepada Tuhan atas nikmat-Nya.

Kesimpulan

Menang tanpo ngasorake adalah filosofi Jawa yang mengajarkan kita untuk menjadi pemenang sejati dalam kehidupan. Pemenang sejati adalah orang yang mampu menang secara lahiriah, batiniah, dan sosial tanpa merugikan atau merendahkan orang lain. Untuk menjadi pemenang sejati, kita perlu memiliki sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam ungkapan menang tanpo ngasorake.

Pos terkait