Insentif Non PNS dan Non Sertifikasi Guru Madrasah Dirapel Langsung Setahun

Kementerian Agama (Kemenag) mengeluarkan kebijakan pembayaran secara rapel untuk satu tahun penuh terhadap guru madrasah non PNS dan non sertifikasi. Besarannya Rp 250 ribu perbulan setiap guru.

Informasi skema pencairan secara rapelan tersebut disampaikan Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kemenag Muhammad Zain.

Bacaan Lainnya

Total penerima tunjangan insentif ini sekitar 210 ribu orang guru madrasah non PNS dan non sertifikasi. Saat ini sedang dilakukan proses pencairan.

Zain menuturkan Kemenag menargetkan anggaran tersebut masuk ke rekening guru pada November depan. Tetapi jika bisa lebih cepat, menurut dia tambah lebih baik lagi.

Dia mengingatkan besaran tunjangan itu tidak membedakan jenjang madrasah. Mulai dari raudhatul athfal, madrasah ibtidaiyah, madrasah tsanawiyah, hingga madrasah aliyah, semuanya sama.

“Para penerima akan menerima Rp 3 juta dipotong pajak,” tuturnya.

Tunjangan insentif itu merupakan bentuk rekognisi negara kepada para guru yang telah berdedikasi dan mengabdikan hidupnya dalam mencerdaskan anak bangsa.

Zain berharap tunjangan tersebut bisa memotivasi guru madrasah bukan PNS untuk lebih berkinerja dalam meningkatkan mutu dan layanan pendidikan.

Ada beberapa syarat guru bisa menerima insentif itu. Diantaranya aktif mengajar dan terdaftar di sistem SIMPATIKA. Kemudian belum lulus sertifikasi, berstatus guru tetap bukan PNS, serta memiliki nomor PTK Kemenag atau NUPTK Kemendikbudristek.

Pos terkait