Detail Instrumen Evaluasi Pendayagunaan Guru Dan Tenaga Kependidikan Terbaru

A. Latar Belakang

Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan (SNP) mengamanatkan bahwa setiap satuan pendidikan p ada jenjang
pendidikan dasar dan menengah harus menyusun kurikulum dengan mengacu kepada
Standar Isi, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Pengelolaan Pendidikan, Standar Proses,
dan Standar Penilaian, serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan S tandar
Nasional Pendidikan.

Memenuhi amanat tersebut, pada umumnya Sekolah Menengah Atas
(SMA) telah menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). KTSP adalah kurikulum
operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing -masing satuan pendidikan yang
berfungsi sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai
tujuan pendidikan tertentu.

Bacaan Lainnya

Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta
kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan , dan peserta
didik.
Implementasi KTSP tidak dapat dipisahkan dari upaya pencapaian SNP, penyesuaian dengan
kondisi satuan pendidikan, masyarakat dan lingkungan. Sehubungan dengan hal tersebut ,
penyusunan KTSP seharusnya diawali dengan analisis konteks yang meli puti analisis SNP,
analisis kondisi satuan pendidikan, dan analisis kondisi masyarakat dan lingkungan sekitar
sekolah.

Hal ini berarti bahwa KTSP harus disusun sesuai dengan kebutuhan, karakteristik dan
potensi satuan pendidikan, serta berpedoman pada standar nasional pendidikan. Berkaitan
dengan hal dimaksud, sebelum menyusun KTSP setiap sekolah harus terlebih dahulu
melakukan analisis setiap standar nasional pendidikan.

Salah satu analisis SNP yang harus dilakukan adalah analisis standar pengelolaan pend idikan
sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 19 Tahun
2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan.

Analisis standar pengelolaan mencakup
analisis perencanaan program, analisis pelaksanaan rencana kerja, analisis pengawasa n dan
evaluasi, analisis kepemimpinan sekolah , dan analisis sistem informasi manajemen.
Berdasarkan pengolahan hasil pelaksanaan kegiatan bintek KTSP di SMA tahun 2009
diperoleh data dan informasi bahwa terdapat satuan pendidikan belum memahami
pentingnya analisis standar pengelolaan dan belum memahami cara melakukan analisis
standar pengelolaan, sehingga hasil analisis belum dapat di lihat keterkaitannya dengan
penyusunan KTSP.

Selanjutnya dari hasil supervisi keterlaksanaan KTSP/RSKM ditemukan bahwa
banyak sekolah yang belum memahami bahwa analisis konteks merupakan salah satu
prosedur kerja yang harus dilakukan oleh sekolah dalam rangka penyusunan KTSP.
Berkaitan dengan permasalahan tersebut, Direktorat Pembinaan SMA menyusun “Petunjuk
Teknis Analisis Standar Pengelolaan Pendidikan di SMA” untuk membantu sekolah agar
dapat melakukan analisis secara benar dan memberi hasil yang optimal.

B. Tujuan

Tujuan penyusunan petunjuk teknis ini, sebagai acuan dalam:

  1. Melakukan analisis standar pengelolaan pendidikan dan hubungannya dengan Standar
    Nasional Pendidikan (SNP) lainnya.
  2. Menyusun perencanaan program, pelaksanaan rencana kerja , dan pengawasan, serta
    evaluasi.

C. Ruang Lingkup Kegiatan

Ruang lingkup juknis analisis standar pengelolaan pendidikan ini mencakup ke giatan:

  1. Penugasan TPK untuk melakukan analisis .
  2. Penyusunan rencana kegiatan analisis.
  3. Pembagian tugas untuk identifikasi.
  4. Pelaksanaan identifikasi.
  5. Analisis dan penyusunan draf hasil analisis .
  6. Reviu dan revisi draf hasil análisis.
  7. Finalisasi hasil analisis.
  8. Penandatanganan dokumen hasil analisis .
  9. Penggandaan dan pendistribusian hasil analisis.

D. Unsur yang Terlibat

  1. Kepala sekolah,
  2. Tim Pengembang Kurikulum (TPK) sekolah, dan
  3. Komite Sekolah.

Komponen Standar Pengelolaan Pendidikan

A. Perencanaan Program (disusun dalam satu instuksi kerja)

Komponen Standar Pengelolaan Pendidikan
A. Perencanaan Program (disusun dalam satu instuksi kerja)

  1. Visi Sekolah
  2. Misi Sekolah
  3. Tujuan Sekolah
  4. Rencana Kerja Sekolah

B. Pelaksanaan Rencana Kerja (disusun dalam satu petunjuk teknis tersendiri)

  1. Pedoman Sekolah
  2. Struktur Organisasi Sekolah
  3. Pelaksanaan Kegiatan Sekolah
  4. Bidang Kesiswaan
  5. Bidang Kurikulum dan Kegiatan Pembelajaran
  6. Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan
  7. Bidang Sarana dan Prasarana
  8. Bidang Keuangan dan Pembiayaan
  9. Budaya dan Lingkungan Sekolah
  10. Peran serta Masyarakat dan Kemitraan Sekolah

C. Pengawasan Evaluasi (disusun dalam satu petunjuk teknis tersendiri)

  1. Program Pengawasan
  2. Evaluasi Diri
  3. Evaluasi dan Pengembangan KTSP
  4. Evaluasi pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
  5. Akreditasi Sekolah/Madrasah

D. Kepemimpinan Sekolah (disusun dalam satu instruksi kerja)

E. Sistem Informasi Manajemen (disusun dalam satu instruksi kerja)

F. Penilaian Khusus (tidak diakomodasi dalam juknis)
(bagi satuan pendidikan yang tidak mampu memenuhi standar pengelolaan pendidikan)

Pos terkait